Perkembangan Bayi Usia 4-6 Bulan


Perkembangan Bayi Usia 4-6 Bulan

Dari hari ke hari bayi Ibu terus menunjukkan perkembangan yang begitu menakjubkan. Rasanya baru kemarin Ibu membawanya pulang, kini Ibu siap-siap untuk dikejutkan oleh berbagai perkembangan baru.

Sekarang bayi Ibu tumbuh semakin kuat, baik tangan, tubuh bagian atas, maupun otot lehernya. Apa saja yang bisa dilakukan bayi 4 bulan hingga usia bayi 6 bulan?

  • Belajar merangkak, – Ia sudah mampu menggunakan tangan untuk menahan berat tubuhnya saat dibaringkan tertelungkup ia juga sudah mulai belajar merangkak.
  • Belajar berguling , – Otot leher dan tangannya yang semakin kuat membuat bayi Ibu mulai belajar menggulingkan tubuhnya, sebuah kemajuan yang mungkin akan membuat Ibu takjub. Berguling-guling bisa jadi kegiatan yang sangat menyenangkan bagi bayi Ibu, tapi membuat Ibu khawatir. Selalu awasi ya Bu, agar ia tidak terjatuh saat sedang berguling-guling.
  • Belajar duduk – Di usia ini, bayi Ibu sedang berada di awal masa perkembangan yang benar-benar baru. Otot tangan dan lehernya yang semakin kuat. Mulai dari usia 3 bulan hingga 6 bulan, Ibu sudah mulai bisa melatihnya belajar duduk, dengan meletakkannya di tempat yang aman dalam posisi duduk dan menopang leher dan kepalanya. Bisa dengan menggunakan bantal, atau meletakkannya di pangkuan. Bayi 6 bulan akan sudah bisa menahan dan menegakkan kepalanya, dan mendorongnya ke depan saat ia berusaha untuk duduk sendiri tanpa bantuan. What a moment!

Jika bayi Ibu belum bisa mengangkat kepalanya sedikitpun ketika usianya sudah lebih dari 3 bulan, ada baiknya membicarakannya dengan dokter. Beberapa bayi memang lebih lambat perkembangannya dibandingkan dengan yang lain. Jadi, tidak ada salahnya untuk bertanya pada ahlinya.






ASI dan Makanan Tambahan untuk Bayi 4-6 Bulan

Ibu sebaiknya menyusui dan memberikan ASI eksklusif hingga bayi 6 bulan. Saat bayi Ibu sudah memasuki usia ini, Ibu pasti sudah berpikir untuk memberikannya makanan tambahan pendamping ASI. Selain karena kebutuhan nutrisinya semakin meningkat, pencernaannya juga sudah berkembang dan bisa diperkenalkan pada makanan padat pertamanya.

Perkembangan Bayi Usia 4-6 Bulan

Hore, si kecil hampir bisa duduk

Proses pengenalan makanan tambahan ini adalah salah satu momen yang paling istimewa dalam tahap-tahap pertumbuhan bayi. Makanan padat ini membantu melatih otot mulut yang mendukung kemampuannya berbicara nanti. Selain itu, bisa juga sebagai cara untuk mengenalkan berbagai rasa dan tekstur baru makanan pada bayi. Nah, ayo Bu, mulai memperkenalkannya sayuran agar bayi Ibu menyukainya, misalnya wortel, labu kuning, dan ubi manis. Rasa manis alami pasti akan disukai bayi.

Jangan lupa ya Bu, terus menjaga diet sehat agar produksi ASI tetap berkualitas dan lancar!

Keep An Eye On Your Baby! Ia Sekarang Lebih Aktif Bergerak

Sekarang bayi Ibu sudah lebih bisa mengontrol tubuh bagian atasnya, ia mungkin sudah bisa duduk sendiri tanpa terjungkal. Otot leher, punggung, dan dadanya semakin kuat dan berkembang. Jangan meninggalkan bayi Ibu tanpa pengawasan, karena ia sekarang sudah bisa merangkak, duduk, dan berguling.

Hal yang perlu diperhatikan adalah saat mengganti popok. Ini bukan hal yang mudah lagi, karena ia selalu bergerak! Untuk mencegahnya jatuh, sebaiknya ganti popok di lantai yang diberi alas, atau di permukaan yang cukup luas dan tangan ibu selalu memegangnya, jangan pernah meninggalkannya sedetikpun tanpa pengawasan lho Bu! Better safe than sorry.

Untuk mencegahnya terjatuh saat tidur, sebaiknya pintu boks tidurnya dinaikkan lebih tinggi. Ibu bisa mengjaknya bermain-main di lantai, biarkan ia tengkurap, lalu letakkan mainan sedikit di luar jangkauannya. Ibu akan melihat betapa ia suka memamerkan kemampuannya berguling untuk meraih mainannya. Sambil bermain sekaligus melatih kemampuannya bergerak. Have fun, ya Bu!

Ia Bisa Mencengkeram dan Melihat Lebih Baik

Kini, bayi Ibu sudah menemukan cara menggunakan tangan dan jemarinya lho Bu. Lewat aktivitas sehari-harinya, ia belajar mengambil mainan, mengayun-ayunkan mainan yang digantung, atau mencengkram benda-benda disekitarnya. Refleks menggenggamnya perlahan berubah menjadi gerakan tangan dan jemari yang lebih terkendali. Mereka tidak lagi memasukan dan menghisap benda-benda di sekitar, tapi sekarang belajar dengan mengambil dan mengguncangkannya hingga menimbulkan suara.

Selain genggamannya, penglihatan bayi Ibu juga semakin membaik. Mereka bisa melihat secara fokus sampai sejauh jempol kakinya, makanya jangan heran kalau bayi Ibu mulai suka memasukan kaki ke mulutnya jika bisa! Di usia bayi 6 bulan, ia bahkan sudah bisa melihat ke ruangan lain. Kini penglihatannya juga semakin jelas. Ia akan suka mengamati dan mempelajari bentuk dan ukuran benda yang dipegangnya, warna-warna pun menjadi lebih jelas terlihat, their world becomes more colourful! Dorong perkembangannya dengan mainan berbagai bentuk, ukuran, dan warna-warna yang kontras.

Hal kecil yang perlu diingat, jika Ibu berambut panjang atau memakai kaca mata, ada baiknya untuk selalu mengikat rambut dan menjaga kaca mata Ibu dari jangkauan bayi Ibu.

Riset membuktikan, asam lemak esensial sepeti Arachidonic Acid (AA) dan Docosahexaenoic Acid (DHA) yang berperan penting dalam perkembangan penglihatan bayi Ibu, secara alami ada di dalam ASI. Jadi memasukan bahan-bahan makanan yang mengandung zat gizi ini (misalnya telur, daging, dan ikan) dalam diet sehat Ibu dapat membantu meningkatkan perkembangan penglihatan, otak, dan motorik bayi.

Mengenali Suaranya Sendiri

Usia bayi 4 sampai 6 bulan adalah saat-saat ajaib di mana dia berhasil mengenali suaranya sendiri. Bunyi-bunyi dan suara-suara baru akan keluar dari mulut mungilnya saat berceloteh, membuatnya semakin lucu dan menggemaskan. Ibu mungkin akan mendengar suara ‘MA’ atau ‘PA’ beberapa kali, tapi pada tahap ini bayi Ibu belum mengerti maksudnya, ia hanya melakukannya untuk bersenang-senang, so take your time, dia akan bisa mengucapkan MAMA dan PAPA pada waktunya.

Ia mungkin sudah mengenali namanya sendiri saat Ibu memanggilnya. Meskipun belum bisa diajak ngobrol dengan baik, tidak perlu malu dan ragu untuk mengajaknya berbicara ya Bu, karena ini bisa membantu perkembangan bicaranya.

Di tahap ini, mungkin suara terbaik yang akan Ibu dengar adalah suara tertawanya, coba kelitiki sambil bermain-main dengannya agar Ibu bisa lebih sering mendengarkannya tertawa. Ayo Bu, ikut tertawa bersamanya, karena dengan tertawa akan memberikan dorongan yang positif bagi bayi Ibu untuk bergembira bersama.

Ia Belajar Banyak Hal

Ternyata, saat menjalani rutinitas sehari-hari bersama Ibu, bayi bisa belajar banyak lho! Ada banyak hal yang bisa Ibu lakukan untuk membantunya dalam proses belajar ini, meski kelihatannya sepele, tapi sangat penting dalam mendorong kemajuan perkembangan bayi Ibu. Ayo, ajak ia bicara dan tersenyum sesering mungkin, meskipun ia belum bisa membalasnya. Ini akan membantunya belajar berbicara.

Ibu juga bisa memberikan mainan yang mengeluarkan suara untuk melatih otot tangan dan jari bayi Ibu, suara gemericing yang dikeluarkannya akan membuat bayi Ibu terkejut dan tertawa. Atau, coba yuk mainan sendiri dengan memasukkan butiran beras atau macaroni ke dalam wadah plastik yang bertutup, pastikan tutupnya kencang untuk menghindari isinya tumpah.

Saat mandi juga menjadi saat-saat yang menyenangkan bagi bayi! Ia menggerakan atau berkecipak di dalam air, akan menimbulkan percikan dan suara yang bisa menghiburnya. Siapkan handuk ekstra, karena Ibu pun akan turut basah terkena percikan air. Sekali lagi, selalu ingat ya untuk mengawasi bayi Ibu baik-baik untuk mencegah bahaya yang mungkin terjadi.

  • Lina

    Infonya sangat membantu

    Trimakasi